Jejak Tradisi Daerah 2015

Jejak Tradisi Daerah 2015 :

Memahami Budaya Lokal Dalam Rangka Pembentukan Karakter Bangsa

 

Kebudayaan local: sudah matikah? Demikian judul makalah yang disampaikan oleh Donatianus BSEP saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Jejak Tradisi Daerah yang diadakan di Kota Singkawang, 01-04 Agustus 2015. Dalam paparannya, Donatianus menyampaikan bahwa selain memiliki dampak positif, kemajauan IPTEK juga memiliki dampak negative yang harus diwaspadai terutama dalam kaitannya dengan keberadaan kebudayaan local. Oleh karena itu nilai-nilai lama suatu kebudayaan yang diwariskan harus dikaji, dianalisis dan diberi spirit baru yang sesuai dengan jiwa jaman sehingga tetap dapat bertunas serta hidup subur di tengah masyarakat pendukungnya. Sementara itu Kurniawan Wijaya - perwakilan dari MABT Kota Singkawang - , menyatakan jika pembangunan karakter bangsa dimulai dari karakter diri. Oleh karena itu rasa menghargai dan menghormati budaya suku lain harus ada dalam diri setiap generasi muda sebagai penerus bangsa. Selain paparan dari kedua narasumber tersebut, peserta Jetrada 2015 juga mendapatkan pembekalan dari Apriyanto S. Sos selaku sekretaris Disbudparpora Kota Singkawang yang memaparkan mengenai kegiatan seni budaya di kota ini.

Sebelum sesi pertama yaitu paparan dari narasumber mengenai kebudayaan lokal, kegiatan Jetrada tahun 2015 dibuka oleh Kepala Dinas Disbudparpora yang diwakili oleh sekretaris dinas bapak Apriyanto, S. Sos dengan ditandai pemukulan gong sebanyak 7 kali dan persembahan tari Tiga  Etnis dari sanggar Barakat Tidayunk.  Kegiatan yang bertemakan “Memahami Budaya Lokal Dalam Rangka Pembentukan Karakter Bangsa” ini bertujuan untuk Agar siswa/i mampu menghargai dan menghayati budaya sendiri sebagai bentuk identitas diri dan mampu menghargai budaya orang lain, dapat memahami kebudayaan daerah yang majemuk sebagai salah satu modal dan kekayaan bangsa Indonesia dalam membentuk jati diri bangsa yang bermartabat dan agar nilai-nilai budaya positif yang ada dalam masyarakat langsung dihayati dan dipahami para siswa/i sebagai generasi penerus bangsa.

Untuk lebih memahami budaya kota Singkawang, selain mendapatkan pembekalan dari narasumber, peserta Jetrada juga diajak mengunjungi beberapa lokasi cagar budaya seperti  Vihara Dharma Raya, Rumah marga Chia dan industry keramik Sakkok. Pada kunjungan ini, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempelajari setiap lokasi. Tanya jawab dengan pengelola cagar budaya dan bahkan terlibat secara langsung dalam pembuatan keramik Sakkok dilakukan para peserta untuk lebih memahami  seluk beluk lokasi tersebut.

Kegiatan Jetrada yang diikuti oleh 40 siswa dan 6 guru yang berasal dari beberapa SMA/SMK di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya dan Kota Singkawang ini diakhiri dengan pengumuman 4 peserta terbaik Jetrada 2015 yaitu Muhammad Alfian Khairuzzaman (SMA N 1 Singkawang), Julias Andra Yosa (SMA N 7 Pontianak), Dody Susanto (SMA N 1 Sei Raya) dan Nanda Yudha Ikhwan P (SMA N 1 Pontianak). Ke empat peserta terbaik ini akan mewakili provinsi Kalimantan Barat pada kegiatan Jejak Tradisi Nasional yang akan dilaksanakan di Kota Surabaya tanggal 10 – 14 Agustus 2015. Adm.

 

 

 

Jejak Tradisi Daerah 2015 | PUSTAKA BPK XII Kalimantan Barat

Error

Situs web mengalami kesalahan tak terduga. Silahkan coba lagi lain waktu.